Anis mengatakan, konflik kemudian meluas dengan operasi militer Israel terhadap Hizbullah dan berlanjut pada perang dengan Iran. Namun, menurut dia, perkembangan tersebut tidak mengubah penilaian dunia terhadap efektivitas strategi militer Israel.
Ia menilai perang dengan Iran justru memunculkan kekhawatiran baru di negara-negara Teluk. Menurut Anis, sejumlah negara mulai mempertanyakan efektivitas perlindungan keamanan yang selama ini diberikan Amerika Serikat di kawasan.
“Kalau pangkalan militer Amerika saja bisa menjadi sasaran serangan, tentu muncul pertanyaan mengenai seberapa efektif perlindungan keamanan itu,” katanya.
Anis juga mengatakan berbagai pihak kini sedang mengevaluasi ulang strategi geopolitik mereka. Iran, negara-negara Teluk, hingga Amerika Serikat, menurut dia, tengah menghitung kembali langkah masing-masing setelah dinamika konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Anis, perubahan tersebut menunjukkan bahwa peta geopolitik Timur Tengah sedang mengalami pergeseran yang signifikan. Menurunnya kepercayaan terhadap Israel dan berubahnya kalkulasi keamanan negara-negara di kawasan menjadi salah satu konsekuensi utama dari perkembangan konflik yang masih terus berlangsung.











