FAKTANASIONAL.NET – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan melanda sejumlah wilayah strategis di Provinsi Aceh dan Jawa Barat sepanjang akhir pekan lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebaran api menghanguskan total lebih dari lima hektare lahan kering di dua provinsi tersebut.
Peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan pertama dilaporkan terjadi di Gampong Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Satu hektare area terbakar sebelum akhirnya tiga unit armada pemadam berhasil menjinakkan titik api pada hari Minggu malam.
Peristiwa kebakaran serupa juga melanda kawasan Gampong Mengaya Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu (12/7/2026) siang.
Kobaran api melahap satu setengah hektare area sebelum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian dan militer daerah.
Sementara itu di Pulau Jawa kobaran api melanda wilayah hamparan Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Tiga hektare lahan di kawasan tersebut hangus terbakar sebelum petugas gabungan berhasil memadamkan titik api secara total pada hari Minggu.
Menyikapi rentetan bencana di musim kemarau ini otoritas kebencanaan meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Pencegahan dini melalui patroli bersama aparat desa dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menghindari meluasnya area kebakaran lahan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menyoroti ancaman hidrometeorologi kering yang mulai memicu krisis air bersih di berbagai wilayah pedesaan.
Pemerintah secara resmi mengimbau seluruh warga sipil untuk lebih bijak dalam mengatur pemanfaatan air harian demi mencegah kekeringan ekstrem.
Otoritas terkait menyarankan masyarakat luas untuk menampung air hujan sebagai cadangan apabila masih terdapat peluang presipitasi di wilayah mereka.
Langkah antisipasi mandiri ini dinilai lebih krusial dan berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan proses pendistribusian air melalui mobil tangki.
(*Red)
