FAKTANASIONAL.NET – Polda Metro Jaya membuat publik terkejut usai melakukan penahanan terhadap konglomerat properti ternama, Tan Kian.
Berdasarkan laporan, pengusaha sukses ini diamankan pihak kepolisian saat berada di kediaman pribadinya yang terletak di lantai 31 Apartemen Pacific Place Residence pada Kamis (9/7).
Meskipun penahanan telah dikonfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa status pendiri Century Properties Group tersebut hingga kini masih sebagai saksi.
Pihak kepolisian sejauh ini telah memanggil 15 orang saksi untuk dimintai keterangan dalam kaitan tiga kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki.
“Penahanan Tan Kian merupakan langkah pemeriksaan saksi,” ungkap Budi dalam keterangan resminya, Jumat (10/7).
Kejaksaan Agung sebelumnya sempat menyoroti keterlibatan Tan Kian dalam pusaran kasus korupsi PT Asabri, baik periode 1995-2000 maupun 2012-2019.
Aparat penegak hukum mencurigai adanya peran Tan Kian sebagai penyedia properti yang diduga menjadi sarana tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam skandal besar tersebut.
Nama Tan Kian sendiri bukanlah sosok asing di kancah bisnis Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pendiri Dua Mutiara Group, yang kini bertransformasi menjadi Century Properties Group Indonesia.
Perusahaan ini memiliki reputasi mentereng sebagai boutique developer yang fokus membangun properti premium dan eksklusif.
Portofolio bisnisnya sangat fantastis, mencakup deretan aset properti kelas wahid seperti Pacific Place Jakarta, JW Marriott Jakarta, hingga The Ritz-Carlton.
Selain itu, ia juga merambah ke sektor perkantoran melalui Sahid Sudirman Center dan pengembangan kota mandiri Millennium City di Parung Panjang.
Meniti karier dari usaha keluarga di bidang perdagangan tekstil dan udang, Tan Kian berhasil membangun imperium bisnis yang nilainya ditaksir mencapai 570 juta dolar AS pada 2016.
Meski sejak 2017 kendali operasional perusahaan mulai diserahkan kepada generasi ketiga, Nicholas Tan, pengaruh Tan Kian sebagai konseptor strategis tetap menjadi kunci utama dalam dinamika bisnis perusahaan hingga saat ini.[dit]










