“Semua sudah on schedule dan secara administrasi tidak ada yang menyimpang. Kami sangat mengapresiasi jajaran Kopassus karena di tahap persiapan sudah langsung menurunkan alat dan beraksi dengan cepat di lapangan,” kata Irham.
Sinergi lapangan memanfaatkan momentum cuaca untuk percepatan pengolahan tanah. Perwakilan pelaksana teknis, Kolonel TNI Damai Laksmono, menjelaskan bahwa pergerakan alat berat di lapangan disinkronkan langsung dengan kesiapan sarana produksi.
“Kami berupaya menyiasati kondisi alam dengan segera memasukkan alat berat. Pada saat yang sama, kami menyinkronkan kegiatan olah lahan ini dengan Brigade Pangan, sehingga begitu lahan selesai diolah, pasokan pupuk dan benih diharapkan sudah siap agar petani bisa langsung melaksanakan tanam,” jelas Damai.
Harapan Baru Masyarakat Desa
Langkah pemerintah menyulap lahan terbengkalai menjadi areal pertanian produktif mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kepala Desa Tanjung Baru, Abu Bakar, menyampaikan apresiasinya atas masuknya program ini ke wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama masyarakat Desa Tanjung Baru. Mudah-mudahan lahan yang selama ini tidak terjamah ini bisa menjadi lahan yang produktif, sehingga dengan itu taraf kehidupan kami bisa menjadi makmur,” ujar Abu Bakar.
Baca Juga: Amankan Lumbung Pangan, Kementan dan Pemprov Jabar Siapkan Pompanisasi Hadapi Kemarau Panjang 2026
