“Bahkan, sejumlah koperasi yang beranggotakan generasi muda atau Gen Z telah berkembang dan menjadi contoh keberhasilan model bisnis berbasis kolaborasi,” tutur Henny.
Pada kesempatan yang sama, CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran PRO AVL Indonesia 2026 menjadi forum penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang audio, visual, lighting, dan musik dari mancanegara.
Pameran bertaraf internasional yang berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh 60 merek global yang berasal dari 12 negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Denmark, Swedia, Austria, China, Spanyol, dan Indonesia.
“Kami optimistis sinergi yang terbangun selama PRO AVL Indonesia 2026 akan membuka peluang bisnis baru, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus membawa industri audio, visual, lighting, dan musik Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global,” ujar Daud.











