“Beras semakin mengalami peningkatan jumlah kabupaten/kotanya, di minggu yang lalu ada 152 sekarang 155 kabupaten/kota,” ujarnya.
Data BPS menunjukkan lonjakan IPH beras paling tinggi tercatat di Kota Langsa yang melambung 6,23 persen. Posisi selanjutnya disusul oleh Kabupaten Tambrauw (5,94 persen), Kabupaten Sarmi (5,54 persen), Kabupaten Kaur (5,01 persen), dan Kabupaten Aceh Barat Daya (4,67 persen).
Sejumlah daerah lain seperti Maluku Barat Daya, Aceh Timur, Pulau Taliabu, Simeulue, hingga Serdang Bedagai turut mengalami kenaikan di rentang 4 hingga 5 persen.
Di samping komoditas beras, BPS menggarisbawahi komoditas minyak goreng di pasar rakyat yang masih mempertahankan tren kenaikan sejak April hingga Juli 2026.
Rata-rata harga minyak goreng dari seluruh varian—mencakup minyak goreng curah, kemasan premium, hingga Minyakita—berada di posisi Rp20.229 per liter pada pekan kelima Juli, atau naik 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Minyak goreng di pasar rakyat juga sejak bulan April sampai dengan bulan Juli selalu mengalami peningkatan harganya. Saat ini harganya sudah mencapai Rp20.229 (per liter) atau naik 0,18 persen dan terjadi kenaikan pada 30,56 persen kabupaten kota di Indonesia atau 110 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan IPH,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Kucurkan Bansos Beras Rp17,5 Triliun Mulai 17 Agustus, 33,24 Juta Keluarga Jadi Penerima











