Selama ini, Syekh H. Awab dikenal memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah melalui berbagai materi, mulai dari akidah, akhlak, fikih, hingga persoalan keislaman lainnya.
Jamaah diperkirakan hadir berasal dari sejumlah masjid, antara lain Masjid Syakirin, Baiturahim, Sirajuddin, An-Nur, Nur Salim, Al-Fajar, Al-Jamaah, Darunnajah, Al-Muhtadin Untan, Al-Hikmah, Darul Muttaqin, Saiful Islam, Al-Asyraf, serta Masjid Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Menurut Maruki, kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari aktivitas pengajian rutin setiap malam Jumat di Rumah Pengajian Al Jawahir. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah seperti salat tahajud, tasbih, witir, salat Subuh, zikir, serta berbagai doa dan amalan keagamaan lainnya.
“Jamaah yang mengikuti pengajian setiap malam Jumat juga sangat ramai. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap majelis ilmu dan kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Maruki menambahkan, seluruh pembiayaan Maulid Nabi berasal dari sumbangan jamaah. Panitia mengedepankan semangat kebersamaan dengan prinsip “dari jamaah, oleh jamaah, untuk jamaah.”
