Namun, Elandry Pratama mengemukakan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten-emiten di pasar modal Indonesia.
“Adanya potensi profit taking tetap membayangi, karena penguatan yang didorong sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek,” ucapnya.
Pidato kenegaraan Prabowo Subianto akan menjadi salah satu penggerak signifikan pasar saham, yang akan diperhatikan oleh pelaku pasar terutama apabila ada penegasan mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus.
Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 dan Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya. (adm)
