Opini  

Koruptor MBG Dibilang Biadab, Keracunan Cuma Salah Teknis

Ini Baru Prabowo, BUMN Suka Lapor Untung padahal Rugi, Akan Disikat/Foto Ai hanya ilustrasi

Kasus Kabupaten Karo pada Agustus 2026 memperpanjang drama. Ada 269 siswa dari tiga SMA/SMK keracunan setelah mengonsumsi MBG dari SPPG yang dikelola Kodim. Gejalanya antara lain mulut gatal, kulit gatal, hingga sesak napas.

Di Papua, 219 siswa juga dilaporkan keracunan setelah menyantap tempe bacem. Tempe bacem pun akhirnya punya plot twist. Padahal ini program Makan Bergizi Gratis, bukan Makan Berani-berani Ambil Risiko.

Sekali lagi, kita tidak membela koruptor. Koruptor harus diburu. Duit rakyat bukan pakan ternak pejabat. Tetapi kelalaian juga jangan diparkir di halaman belakang dengan tulisan “nanti dievaluasi.”

Sebab anak keracunan tidak peduli apakah penyebabnya korupsi, kelalaian, dapur kotor, pengawasan lemah, atau tata kelola amburadul.

Perutnya tetap sakit. Ibunya tetap menangis. Ayahnya tetap panik. Biaya pengobatan tetap keluar. Inilah ironi paling absurd.

Ketika uang anak dicuri, negara mengaum: Biadab! Ketika makanan anak membuat puluhan ribu orang sakit, negara berkata: Perbaiki Sistem!

Baiklah. Sistem memang harus diperbaiki. MBG juga layak dilanjutkan jika benar-benar diperbaiki. Tetapi perbaikan jangan menjadi karpet merah untuk menutupi kelalaian.

Karena CCTV bukan pajangan. Rapid test bukan aksesori. Sertifikat higiene bukan stiker kulkas. Makanan anak harus aman sebelum masuk mulut, bukan baru diperiksa setelah masuk berita.

So, silakan tepuk tangan ketika koruptor disebut biadab. Tetapi setelah tepuk tangan selesai, tanyakan satu hal, kalau membuat anak-anak sakit karena kelalaian bukan biadab, lalu biadab itu harus menunggu berapa korban lagi?

Jangan sampai sejarah mencatat, MBG adalah program makan bergizi gratis, tetapi bonusnya adalah muntah gratis. Kalau itu terjadi terus, yang perlu dievaluasi bukan cuma dapurnya. Akal sehat juga. Kalau akal suka muntah, pastas juga disebut, biadab.

Penulis: Rosadi Jamani

Exit mobile version