Opini  

Koruptor MBG Dibilang Biadab, Keracunan Cuma Salah Teknis

Ini Baru Prabowo, BUMN Suka Lapor Untung padahal Rugi, Akan Disikat/Foto Ai hanya ilustrasi

KEMARIN, saya gunakan diksi “biadab” untuk dua tersangka pegawai pajak. Eh, rupanya Prabowo juga gunakan diksi itu. Biadab untuk orang yang mengkorupsi MBG. Namun, di sisi lain ketika banyak keracunan MBG, itu cuma kesalahan teknis. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Presiden Prabowo Subianto sedang marah. Bukan marah ala Farhan “Gua Segel Loe!” Ini marah level pidato kenegaraan. Suara berat, dada membusung, kata “biadab” dilempar ke udara seperti granat politik.

Para koruptor program Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Prabowo, adalah “orang-orang biadab” dan “tidak pantas kita hormati.” Mantap! Jempol boleh diangkat. Koruptor yang menggasak duit makanan anak memang pantas dihajar dengan hukum. Gue demen ni, wak!

Data Kejaksaan Agung menyebut ada tujuh tersangka, termasuk mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Korupsi duit anak memang biadab.

Tetapi tunggu sebentar. Putar kamera ke sebelah. Di sana ada anak-anak yang bukan kehilangan uang, melainkan kehilangan tenaga. Muntah. Diare. Gatal-gatal. Sesak napas. Orang tua panik. Puskesmas sibuk.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga Mei 2026 ada 449 KLB keracunan pangan terkait MBG. Kasusnya tersebar di 36 provinsi dan 221 kabupaten/kota, dengan korban terdampak lebih dari 38.000 orang.

Tiga puluh delapan ribu! Itu bukan lagi angka. Itu sudah seperti satu stadion penuh manusia yang perutnya sedang mengadakan demonstrasi. Namun anehnya, untuk koruptor muncul kata “biadab.” Untuk keracunan massal muncul kata “evaluasi.”

Koruptor: Kejahatan! Makanan bikin anak sakit: Masalah Tata Kelola!

Bahasa birokrasi memang sakti. Anak muntah-muntah bisa berubah menjadi tabel Excel. Orang tua panik berubah menjadi catatan evaluasi. Rumah sakit berubah menjadi indikator kinerja.

Kalau begini, sebentar lagi diare mungkin disebut “dinamika pencernaan.”

Lebih gawat lagi, baru sekitar 57 persen atau 15.728 dari 27.649 SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Artinya, hampir separuh dapur belum punya sertifikat tersebut.

Lho? Ini dapur MBG atau arena survival?