FAKTANASIONAL.NET – Umumnya, bunga langka berada di tempat yang sulit dijangkau. Tetapi bunga bangkai raksasa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, justru tumbuh hanya sekitar 20 meter dari jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Bunga tersebut adalah Amorphophallus titanum.
Pada awal Juli 2026, bunga itu dilaporkan mekar sempurna di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Lokasinya berada di lahan milik warga pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
Bagi orang yang melewati jalan tersebut, kemunculan bunga itu tentu menjadi kejutan.
Sebab Amorphophallus titanum bukan bunga yang setiap hari dapat dilihat.
Siklus hidupnya berbeda dengan bunga taman.
Tumbuhan tersebut mempunyai fase vegetatif, ketika daun dan batang tumbuh, serta fase generatif ketika bunga muncul.
Menurut keterangan Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, fase berbunga relatif singkat, sekitar 7–10 hari. Setelah itu bunga akan layu dan membusuk.
Jadi, orang yang melewati lokasi tersebut pada minggu yang salah mungkin tidak pernah mengetahui bahwa bunga raksasa itu pernah mekar di sana.
Ada lagi hal menarik.
Nama “bunga bangkai” bukan berasal dari bentuknya semata.
Ketika mekar, bunga ini menghasilkan bau yang menyerupai daging busuk.
Bau tersebut merupakan bagian dari strategi reproduksinya. Aroma itu dapat menarik serangga tertentu yang berperan membantu proses penyerbukan.
Dari perspektif manusia, bau tersebut mengganggu.
Dari perspektif tumbuhan, bau itu merupakan alat bertahan hidup.
BKSDA Sumbar menyebut Palupuh memang mempunyai kondisi iklim dan topografi yang mendukung kehidupan bunga bangkai. Bahkan dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, 15 di antaranya pernah menjadi lokasi ditemukannya bunga tersebut.
Ada empat jenis Amorphophallus yang telah ditemukan di Agam, yaitu Amorphophallus titanum, A. gigas, A. paeoniifolius dan A. variabilis.
Yang membedakan A. titanum adalah ukurannya dan karakter bunganya yang spektakuler.
