Bunga Raksasa Tanpa Batang yang Ngumpet di Hutan Banyuwangi

Rafflesia zollingeriana, bunga raksasa tanpa batang di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Antara

Bagi tumbuhan tersebut, bau justru mempunyai fungsi.

Aroma busuk membantu menarik serangga tertentu yang kemudian berperan dalam proses reproduksi.

Dengan kata lain, sesuatu yang bagi manusia dianggap buruk justru merupakan strategi kehidupan bagi tumbuhan tersebut.

Ia memperlihatkan bahwa alam tidak mengikuti ukuran keindahan manusia.

Manusia menyukai bunga harum. Rafflesia justru menggunakan bau busuk.

Manusia menganggap tumbuhan harus memiliki batang dan daun. Rafflesia tidak memilikinya.

Manusia membayangkan tumbuhan tumbuh perlahan-lahan menjadi besar.

Rafflesia menjalani sebagian besar kehidupannya tersembunyi di dalam jaringan tumbuhan inang, kemudian tiba-tiba muncul sebagai bunga.

Kehidupan Rafflesia juga menunjukkan pentingnya habitat.

Jika tumbuhan inangnya hilang, Rafflesia ikut terancam.

Jadi, melindungi bunga tersebut tidak cukup dengan melindungi bunganya.

Habitat dan tumbuhan inangnya juga harus dipertahankan.

Karena itulah penemuan beberapa titik Rafflesia zollingeriana di Banyuwangi bukan hanya berita tentang “bunga langka mekar”.

Ia adalah berita tentang sebuah ekosistem yang masih mempunyai rahasia.

Hutan yang dari kejauhan terlihat biasa ternyata menyimpan organisme yang tidak terlihat selama sebagian besar siklus hidupnya.

Dan ketika waktunya tiba, bunga itu muncul. Hanya sebentar.

Setelah itu kembali menghilang. (*)

Exit mobile version