Hamas menyatakan menerima rencana tersebut, tetapi menegaskan pelaksanaannya bergantung pada penghentian serangan dan penarikan pasukan Israel.
Kantor Netanyahu menyebut pembicaraan dengan perwakilan Dewan Perdamaian pada Senin (17/08) berlangsung “mendalam dan konstruktif”.
Dua kelompok kerja akan dibentuk, masing-masing menangani demiliterisasi Gaza serta sanitasi, air bersih, dan kesehatan masyarakat.
Di tengah proses diplomasi itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan “pembunuhan terarah” terhadap 30 hingga 40 orang setiap malam di Gaza. Pernyataan pada Sabtu (15/08) tersebut menuai kecaman dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.
“Penjahat Zionis ini berbicara sekaligus tentang pengusiran warga Palestina dan pembangunan pemukiman di seluruh Jalur Gaza,” tulis Gharibabadi pada Senin (17/08).
“Pengakuan-pengakuan ini harus dicatat dan disimpan untuk hari perhitungan dan untuk persidangan para penjahat ini.”
Israel membantah tuduhan genosida dan menyatakan operasi militernya tidak dapat dikategorikan sebagai genosida.[dit]











