Ia juga menyoroti penerapan artificial intelligence (AI) yang telah digunakan perusahaan swasta agar mulai dipertimbangkan dalam lingkungan pemerintahan. Menurutnya, perubahan teknologi harus diikuti peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Dede mempertanyakan apakah ASN ke depan akan menjadi “mass product” atau justru mengalami pengurangan seiring perkembangan teknologi.
Dede mendorong LAN membentuk ASN yang lebih lincah, profesional, gesit, dan mampu beradaptasi. Ia juga menyinggung fenomena masyarakat yang memilih membuat persoalan menjadi viral sebelum mendapat perhatian pemerintah.
“Ada pepatah yang mengatakan, bukan pepatah lagi, ini sudah meme di mana-mana, ‘daripada lapor ke pemerintah, lebih baik viralkan’. Dan ketika menjadi viral, baru pemerintah seolah-olah berbuat,” katanya.
Ia menekankan perlunya perubahan budaya kerja ASN dari orientasi administratif menuju kinerja berbasis output, dengan pelayanan yang mudah, transparan, cepat, dan responsif.[dit]
