FAKTANASIONAL.NET – Demo mendesak pengesahan RUU Perampasan Harta Koruptor di depan Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026, nanti diprediksi bakal besar-besaran. Salah satu elemen pendemo warga Pati yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Puluhan pemuda AMPB sudah tiba di Jakarta dari Pati, Senin pagi, 24 Afustus 2026. Kelompok massa dari Pati ini paling unik, sebab mereka datang dari Pati ke Jakarta, menempuh Jarak sekitar 550 kilometer, cuma untuk berdemo. Kepentingan demo, bukan untuk kepentingan mereka sendiri, melainkan harapan seluruh rakyat Indonesia: Harta koruptor dirampas negara dan koruptornya dihukum mati.
Berarti, rombongan AMPB bertujuan mulia, mewujudkan harapan rakyat Indonesia yang tidak kebagian korupsi, agar harta koruptor dirampas negara. Juga koruptornya dihukum mati. Sebab, uang korupsi yang sangat besar semestinya digunakan pengelola negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
Senin siang, 24 Agustus 2026 rombongan AMPB sudah di Jakarta.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, kepada wartawan mengatakan, rombongan AMPB diterima kelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB). Rombongan AMPB disambut ramah oleh ARIB dengan makanan dan minuman melimpah.
Bagi Botok dan belasan kawannya, kedatangan ke Jakarta itu kali kedua dalam sepekan terakhir ini. Mereka dengan mobil pribadi tiba di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Tapi esoknya Botok kembali lagi ke Pati.
Botok yang pemilik rumah makan di Dusun Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, itu Waktu itu ada urusan yang mengharuskan ia berada di Pati.
Botok mengataankan, kepulangannya ke Pati saat itu bukan untuk menghentikan aksi, melainkan karena ada kegiatan di Pati yang tidak bisa ditinggalkan.
Selain itu, kepulangan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjemput massa tambahan yang akan kembali dibawa ke Jakarta.
Setelah kegiatan di Pati selesai, Botok bersama rombongan kembali berangkat ke Jakarta pada Minggu malam, 22 Agustus 2026.
Ada tambahan 20 orang dibawa sebagai massa tambahan untuk ikut mengawal aksi di depan Gedung DPR RI hingga puncaknya, Kamis 27 Agustus 2026.







