AWAS… Ditembak Gas Airmata di Demo DPR Besok

Senjata pelontar gas air mata. Foto : Istimewa.

FAKTANASIONAL.NET – Demo besar akan digelar masyarakat di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Di setiap demo, polisi selalu siap tembakan gas airmata. Bagaimana mengantisipasinya?

Demo di DPR, Kamis, 27 Agustus 2026 Mengarah Makar

Dikutip dari buku: Tear Gas: From the Battlefields of World War I to the Streets of Today (Verso Book, 2017) karya Anna Feigenbaum, diulas tentang itu.

Persiapan Sebelum Berada di Kerumunan

Kenakan pakaian tertutup (lengan panjang, celana panjang) sepatu yang nyaman untuk berlari.

Gunakan masker kacamata pelindung (goggles) yang kedap udara (misalnya kacamata renang) dan masker (minimal N95 atau masker medis ganda).

Hindari memakai lensa kontak, karena gas airmata dapat terperangkap di bawah lensa dan merusak kornea. Jangan gunakan pelembap atau minyak berbasis lipid di kulit karena dapat mengikat zat kimia.

Tindakan Saat Gas Ditembakkan

Tetap tenang, hindari panik, dan amati arah angin. Bergeraklah melawan atau menyamping dari arah angin (upwind atau crosswind) untuk menjauhi kepulan asap.

Cari posisi yang lebih tinggi karena gas air mata bersifat lebih berat dari udara dan cenderung mengendap di area rendah.

Jangan menyentuh atau memegang selongsong gas air mata yang baru jatuh karena suhunya sangat panas dan berisiko membakar kulit.

Pertolongan Pertama Setelah Terpapar:

Bilas mata dengan air bersih mengalir atau larutan saline dari sudut dalam mata ke luar selama 10–15 menit. Hindari mengucek mata.

Bilas kulit yang terpapar dengan air dingin dan sabun; hindari air hangat karena dapat membuka pori-pori dan memperparah penyerapan bahan kimia.

Lepaskan pakaian yang terpapar gas secepat mungkin dengan cara menggunting atau melepasnya ke arah bawah (jangan melewati kepala) lalu simpan dalam kantong plastik tertutup.

Dalam buku komprehensif ini, Anna Feigenbaum melacak sejarah, evolusi, geopolitik, dan industri komersial di balik penggunaan gas air mata dari masa Perang Dunia I hingga era modern sekarang.

Buku ini menyajikan analisis kritis mengenai bagaimana sebuah senjata kimia yang dilarang di medan perang internasional justru dinormalisasi sebagai alat “kontrol massa” (riot control agent) yang rutin digunakan oleh kepolisian di seluruh dunia.

Evolusi gas air mata bermula di parit Perang Dunia I ketika pasukan Prancis pertama kali menggunakan granat berisikan agen kimia cair untuk mengusir tentara Jerman dari benteng pertahanan.