BPBD Barut Perkuat Penanganan Karhutla, Minta Dukungan Sarpras Tambahan dari BNPB

Oplus_16908288

FAKTA GROUP — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara mencatat telah melakukan 153 kali penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Barito Utara sesuai data akhir kemarin Rabu 26 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Barito Utara, M. Iksan, A.KS, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 100 personel BPBD untuk mendukung operasi penanganan dan pengendalian Karhutla di Barito Utara, di juga berkordinasi dan mendapatkan backup dari Damkarmat Barut, Manggala Agni, Satgas Karhutla TNI – Polri, serta relawan MPA yang membantu tugas Satgas Karhutla Barut dalam menganggulangi Karhutla di Barito Utara.

Namun, tingginya intensitas penanganan di lapangan membuat kebutuhan terhadap sarana dan prasarana pemadaman juga semakin besar dan perlu penambahan.

Karena itu, BPBD Barito Utara juga membutuhkan dukungan tambahan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Penanganan Karhutla ini membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Kami berharap adanya bantuan tambahan dari BNPB untuk memperkuat kemampuan operasional BPBD Barut di lapangan,” ujar M. Iksan di ruang kerjanya kepada Faktakalteng.id, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain mesin pompa air mini portabel, slang air, masker gas, serta tandon air karet berbentuk bawang berkapasitas 5.000 liter.

Peralatan tersebut dinilai penting karena karakteristik lokasi Karhutla di Barito Utara tidak selalu dapat dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.

Pompa portabel dan slang air dapat membantu petugas melakukan pemadaman secara lebih fleksibel  dan dinamis di lokasi yang sulit diakses.

Selain peralatan pemadaman, BPBD Barut juga membutuhkan penguatan sistem komunikasi yang vital.

Exit mobile version