Wapres Mengundurkan Diri, Tak Sejalan dengan Presiden hingga Kerap Berselisih

Wapres Mengundurkan Diri, Tak Sejalan dengan Presiden hingga Kerap Berselisih/(RUERETES)

Sebelumnya, keduanya merupakan pasangan yang memenangkan pemilihan presiden Tanzania pada Oktober tahun lalu.

Mereka kemudian dilantik pada November setelah memperoleh sekitar 98% suara.

Namun, pemilu tersebut tidak berjalan tanpa kontroversi. Sengketa hasil pemilihan memicu demonstrasi keras yang menurut penyelidikan resmi menyebabkan sedikitnya 500 orang meninggal dunia.

Kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia juga menuduh aparat keamanan melakukan tindakan keras terhadap demonstran anti-pemerintah.

Dalam pernyataannya, Nchimbi mengingat kembali janji yang pernah disampaikannya kepada Samia bahwa ia siap meninggalkan jabatan apabila presiden menginginkan wakil baru.

“Saya telah menjadi yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan oleh karena itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya,” ungkapnya.

Kerenggangan hubungan keduanya diduga berkaitan dengan sejumlah pernyataan Nchimbi. Pada bulan lalu, ia secara terbuka mendorong masyarakat Tanzania memperjuangkan konstitusi baru dan menyebut peluang perubahan tersebut masih terbuka sebelum 2030.

Nchimbi menilai konstitusi baru diperlukan untuk menghadapi ketidakadilan, memperkuat hak asasi manusia, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta memperkuat demokrasi.

Sebelum menjadi wakil presiden, Nchimbi merupakan tokoh penting Chama Cha Mapinduzi (CCM). Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal CCM, Menteri Informasi dan Menteri Dalam Negeri, serta Duta Besar Tanzania untuk Brasil dan Mesir.[dit]