Kapal Induk AS Pulang ke Pelabuhan Thailand dengan Kondisi Mengenaskan

Kapal Induk AS Pulang ke Pelabuhan Thailand dengan Kondisi Mengenaskan/(Foto: RUERETES)

“Karat di sepanjang garis air bukanlah hal aneh pada kapal yang telah menghabiskan 60 hari atau lebih di laut,” ucap Schuster, seperti dikutip CNN.

Menurutnya, penanganan karat tidak dapat dilakukan secara maksimal ketika kapal masih beroperasi di tengah laut, terlebih dalam situasi perang.

USS Abraham Lincoln berada di Thailand selama beberapa hari untuk memberikan kesempatan kepada para pelaut dan marinir beristirahat. Schuster memperkirakan kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan perawatan ringan.

“Mereka hanya akan melakukan pekerjaan prioritas tinggi selama kunjungan pelabuhan tujuh hari. Karat di haluan dan bagian lambung depan akan dikerjakan lebih dulu karena bagian-bagian tersebut paling banyak mengalami kerusakan saat kapal bergerak, dan menyerap korosi saat kapal bergerak di perairan asin, terutama di laut yang bergelombang,” tuturnya.

Schuster memperkirakan diperlukan sekitar 30 hari untuk membersihkan seluruh karat secara menyeluruh. Ia juga mengingatkan bahwa korosi dapat semakin meluas apabila tidak segera ditangani.

“Karat itu seperti penyakit menular. Ia menyebar. Jadi, lebih baik menanganinya sejak dini agar bisa dikendalikan atau masalah yang jauh lebih besar menanti di kemudian hari,” tuturnya.

Presiden AS Donald Trump hingga kini belum memberikan komentar mengenai kondisi USS Abraham Lincoln setelah kapal tersebut tiba di Thailand.[dit]

Exit mobile version