Kasus tersebut membuat Lam terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.
Di sisi lain, perhatian internasional juga tertuju pada Korea Utara. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menyatakan Kim Jong Un diyakini telah memilih anak keduanya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan Korea Utara.
Dari Timur Tengah, sejumlah tokoh terkemuka Israel justru menyatakan dukungan terhadap kebijakan Inggris yang memberikan sanksi terkait aktivitas pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert termasuk di antara tokoh yang mendukung kebijakan tersebut. Dukungan juga datang dari David Harel, Ketua Akademi Sains dan Humaniora Israel, serta Dan Halutz, mantan Kepala Staf Umum Militer Israel.
Dua mantan menteri Israel, Yuli Tamir dan Roni Bar-On, turut menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah Inggris tersebut.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena dukungan datang dari sejumlah figur penting Israel di tengah dinamika politik dan konflik yang terus berlangsung di kawasan.[dit]
