Sektor C menjadi wilayah pencarian terluas dengan 3.380 nautical mile persegi, sementara sektor J merupakan yang terkecil dengan 114 nautical mile persegi.
Penyisiran mencakup wilayah sekitar Anak Krakatau, Pulau Panaitan, Pulau Enggano, Teluk Semangka, pesisir barat Banten hingga perairan Merak.
Selain mengerahkan kapal, tim SAR melakukan e-broadcast kepada kapal yang melintas di Selat Sunda dan berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS). Informasi masyarakat yang diterima juga telah ditindaklanjuti.
“Untuk hasil e-broadcast sampai hari ke-10 belum ada yang masuk, dan informasi masyarakat yang kami terima sudah ditindaklanjuti namun hasilnya masih nihil,” ungkap Rizky.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga berdasarkan informasi PVMBG. Tidak terjadi erupsi, sedangkan kondisi visual gunung tertutup kabut dan aktivitas kegempaan masih didominasi vulkanik dangkal.
“Status masih siaga, tidak terjadi erupsi, dan secara visual gunung tertutup kabut serta asap tidak teramati,” katanya.
Dukungan udara tetap disiapkan melalui helikopter SAR yang standby di ATS Bogor. Penyisiran intensif juga dilanjutkan di pesisir barat Banten, khususnya kawasan Carita hingga Anyer.[dit]











