KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa

Kapal Virgo Transport 8. Foto: Istimewa

FAKTANASIONAL.NET – Kapal KM Virgo Transport 8 dipastikan tenggelam di perairan Laut Jawa setelah hilang kontak dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Hingga Minggu, 13 September 2026, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan penumpang dan awak kapal lainnya masih dalam proses pencarian.

Informasi mengenai kecelakaan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada Minggu (13/09) pukul 04.10 WITA. Laporan disampaikan Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.

Kapal tersebut diketahui membawa 243 orang. Berdasarkan perkembangan operasi hingga pukul 15.00 WITA, sebanyak 113 orang telah berhasil dievakuasi ke empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari jumlah itu, 107 orang dinyatakan selamat dan enam lainnya meninggal dunia.

Data evakuasi mencatat TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, TB TCP membawa enam orang, MV Haida mengevakuasi 69 orang, sedangkan KM Cahaya Bahari Jaya menyelamatkan 22 orang.

TB Mauhaw IX selanjutnya dijadwalkan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sementara TB TCP dan MV Haida diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dikutip dari BBC News Indonesia, Minggu (13/09), Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur terkait dikerahkan untuk mempercepat pencarian.

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar I Putu Sudayana.

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak Setelah Menghadapi Cuaca Buruk

Sebelum dinyatakan tenggelam, KM Virgo Transport 8 dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/09). Kapal tersebut disebut menghadapi cuaca buruk ketika melintasi perairan Laut Jawa dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kapal sebelumnya bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.13. Setelah keberangkatannya, kapal tidak lagi dapat dihubungi hingga laporan kehilangan kontak diterima petugas SAR.

Berdasarkan informasi Kantor SAR Banjarmasin, posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, satu regu penyelamat yang terdiri dari enam personel diberangkatkan menuju Dermaga SAR Basirih pada Minggu (13/09) pukul 04.30 WITA.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke titik yang diperkirakan sebagai lokasi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima jam.

Sementara itu, data Vessel Finder dan Marine Traffic mencatat adanya perbedaan waktu keberangkatan. Kedua situs pemantauan kapal tersebut menunjukkan KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.33 WIB dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Minggu (13/09) pukul 14.00 WIB.

Data pelacakan juga menyebut posisi terakhir kapal berada di perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

KM Virgo Transport 8 diketahui bukan kapal baru. Kapal tersebut sebelumnya menggunakan nama Ferry Kurushima dan selesai dibangun di galangan Shin Kurushima Onishi pada 1987.

Di Jepang, kapal itu terakhir melayani rute antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama pada 30 Juni 2025.

Keluarga Korban Berdatangan, Harapan Selamat Masih Menyala

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 membuat keluarga penumpang dan awak kapal berdatangan ke sejumlah pelabuhan untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka.

Di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, posko operasi SAR telah didirikan sejak Minggu (13/09) pagi. Keluarga korban tampak menunggu informasi terbaru mengenai proses evakuasi.

Rusmilawati, warga Banjarmasin, datang untuk mencari kabar delapan kerabatnya yang berada di dalam kapal. Mereka sebelumnya melakukan perjalanan ke Jawa untuk berziarah ke sejumlah makam ulama.

“Awalnya berangkat pakai pesawat, baliknya handak mencoba pakai kapal,” ujarnya.