FAKTANASIONAL.NET – Proyek pembangunan infrastruktur mitigasi konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung yang menelan anggaran Rp850 miliar kini telah mencapai 82 persen.
Di tengah pembangunan yang ditujukan untuk mengurangi konflik gajah dengan masyarakat itu, masih ada persoalan yang harus diselesaikan yakni akses petani menuju lahan mereka yang berada di sekitar tanggul.
Warga Desa Sukorahayu tidak mempersoalkan pembangunan tanggul tersebut. Mereka hanya meminta pembangunan tidak membuat aktivitas pertanian terputus.
Kepala Desa Sukorahayu, Apria Sahdi, mengatakan pemerintah desa berupaya menjembatani kepentingan warga dengan pihak pelaksana pembangunan.
“Kami berharap adanya keluhan, adanya aspirasi beberapa warga kami ini dari pihak komite bisa mengakomodir itu,” katanya dikonfirmasi, Minggu (13/9).
Menurut dia, salah satu solusi yang disepakati adalah membuat pintu akses pada tanggul sehingga alat dan mesin pertanian tetap dapat digunakan untuk menuju sawah.
“Win-win solusinya sudah disampaikan, artinya dari pihak komite mungkin akan membuatkan pintu untuk akses alat-alat seperti hand traktor dan lain sebagainya untuk petani,” kata dia.
Persoalan akses ini muncul karena sebagian lahan pertanian warga berada di sekitar bantaran sungai. Warga sebelumnya mengusulkan agar posisi tanggul tidak membelah area sawah mereka.
Namun, Apria mengatakan tanggul tersebut pada dasarnya bukan bangunan baru. Infrastruktur penahan banjir di lokasi itu telah ada sejak lama dan kini ditinggikan dalam proyek mitigasi.
“Kalau bicara tanggul dipindahkan, sebelum mereka beli tanah tersebut sudah ada tanggul penahan banjir, dan komite ini hanya meninggikan badan eksisting tanggul yang sudah ada,” katanya lagi.
Ia menilai normalisasi sungai juga dapat menjadi bagian dari solusi. Material lumpur hasil normalisasi, kata dia, dapat membentuk tanggul di sisi sungai tanpa harus membongkar bangunan yang sudah ada.
“Normalisasi sungai itu kan akan mengangkat lumpur ke bantaran pinggiran sungai, dan itu akan membentuk dengan sendirinya tanggul,” ujar Apria.
Komite: Tidak Semua Persoalan Pembangunan Sudah Selesai
Ketua Komisi Gabungan dan Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Way Kambas, Brigjen Sriyanto, mengakui masih ada bagian pekerjaan yang belum sepenuhnya selesai.
Ia mengatakan, salah satunya karena terdapat lokasi dengan kondisi tanah yang labil sehingga membutuhkan tahapan pekerjaan lanjutan.
“Memang tanggul ini ada beberapa wilayah yang memang tanahnya labil, jadi belum selesai memang. Tapi mereka tahunya selesai. Memang belum, ada tahapan lanjutan,” kata Sriyanto.










