Daerah  

Jalin Asmara Bersama Bidan Berbuah Petaka, Seorang Lurah Dinonaktifkan

BANDARLAMPUNG, FAKTANASIONAL.NET – Seorang Lurah di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung berinisial SIN terpaksa harus hengkang dari jabatannya sebagai lurah, lantaran diisukan menjalin asmara bersama seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang berprofesi sebagai Bidan posyandu berinisial HS yang juga bertugas di wilayah Kelurahan Gunung Sulah.

Dengan wajah yang terlihat murung serta dibaluti dengan lelahnya menghadapi isu, mulai dari hari ke hari, Minggu ke Minggu, bahkan bulan ke bulan Sofyan terpaksa menjadi buah bibir baik dari kalangan masyarakatnya sendiri bahkan hingga meluas ke masyarakat Kota Bandarlampung.
Entah, apakah isu tersebut benar atau tidak? Namun, justru suami dari HS sendiri lah berinisial AR yang membongkar semua bilik asmara tersebut di kalangan masyarakat Kota Bandarlampung baik melalui surat kabar maupun melalui Media Sosial (Medsos).
Dugaan jalinan asmara tersebut sudah terjadi berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Dengan alasan rekan kerja, SIN dan HS mencoba mengabadikan foto keduanya baik saat dalam satu mobil, saat sedang makan bersama, hingga mungkin ada foto-foto lainnya yang belum sempat tersebar.
Mungkin dirasa keduanya merasa aman, namun justru foto tersebut beredar luas di Medsos dengan tangkapan layar WhatsApp diiringi dengan bermacam-macam keterangan yang menyatakan mulai dari Lurah Gunung Sulah selingkuh dengan seorang Bidan, Lurah Gunung Sulah ada main dengan seorang Bidan, hingga berbagai keterangan lainnya yang membuat pola pikiran masyarakat Kota Bandarlampung semakin penasaran. Sekali lagi siapa lagi yang membongkar, jika bukan suami dari HS sendiri!
Perisitiwa yang telah menjadi aib keduanya tersebut terjadi pada awal Agustus 2026. Awal mulanya dibongkar oleh suami HS saat dirinya menemukan chat pribadi keduanya di WhatsApp yang membahas rencana pertemuan, makan siang, hingga kiriman foto. Tentunya apa yang telah dilihat suami HS tersebut membuat detak jantungnya bercampur aduk mulai dari berdebar-debar, berkecamuk emosi, malu, dan perasaan campur aduk lainnya.
Reaksi suami HS sendiri setelah melihat chat istrinya tersebut merasa sangat kecewa, hingga akhirnya ia memberanikan menahan malu dengan membuka suara melalui Medsos dan surat kabar yang membuat seluruh masyarakat Kota Bandarlampung bahkan Provinsi Lampung mengetahui dugaan hubungan asmara tersebut.
Bahkan sangking merasa kecewanya, suami HS memberanikan diri untuk melaporkan atau membawa masalah tersebut ke Dinas Inspektorat Kota Bandarlampung. Bahkan dirinya sendiri meminta dengan dan mendesak dengan tegas agar Wali Kota Bandarlampung dapat memberikan sanksi tegas kepada SIN.
Atas terpaan isu bak seperti angin puyuh tersebut, membuat SIN kuwalahan lantaran ia terpaksa harus mondar-mandir mulai dari kantornya, kecamatan, hingga ke inspektorat untuk memberikan kejelasan. Namun dengan hati yang teguh, bak seorang kesatria, saat berada di inspektorat ia terpaksa membuka suara di kalangan media atas peristiwa yang telah membuat gaduh masyarakat Kota Bandarlampung tersebut.
SIN, masih dengan wajah yang terlihat lesuh dan kecapean serta masih mengenakan pakaian kemeja putih ciri khasnya tersebut ia mengungkapkan kepada masyarakat Kota Bandarlampung melalui media bahwa isu hubungan asmaranya dengan HS tersebut adalah tidak benar.
Bahkan SIN dengan kecerdikannya, juga mengklarifikasi dengan menyebutkan bahwa foto yang beredar di masyarakat yang seolah-olah memperlihatkan dirinya tersebut berada di dalam satu mobil dan makan bersama merupakan hasil rekayasa karya dari Artificial Intelligence (AI).
SIN juga menjelaskan bahwa menurutnya, interaksinya dengan HS sendiri selama ini hanya lah sebatas urusan pekerjaan lantaran HS yang merupakan seorang bidan posyandu yang bertugas di wilayah Kelurahan Gunung Sulah membuatnya komunikasi tersebut terjalin masalah pekerjaan.
Dirinya juga tidak mengetahui pasti dan alasannya mengapa foto-foto-foto tersebut keluar dan direkayasa sehingga bermunculan narasi-narasi yang berbeda yang telah membuat keingintahuan masyarakat Kota Bandarlampung naik drastis bak SIN dan HS seorang aktris.
Aneh bin ajaibnya, justru penjelasan atau klarifikasi dari SIN sendiri mendapatkan bantahan berbalik dari pihak suami HS. Tidak panjang lebar, dengan hari yang sama suami dari HS hanya mengatakan atas dugaan perselingkuhan tersebut telah menyerahkan sejumlah bukti tambahan kepada pihak berwenang, termasuk rekaman komunikasi pribadi antara SIN dan HS.
Hubungan khusus antara SIN dan HS tersebut membuat inspektorat Kota Bandarlampung, kerja cepat dalam memproses dan menelusuri laporan dugaan perselingkuhan yang dilaporkan oleh suami HS dengan menyeret seorang perangkat daerah tersebut.
Dengan kekuatan penuh, inspektorat Kota Bandarlampung sedikit demi sedikit merampungkan pemeriksaan tersebut dengan memeriksa sejumlah orang yang berkaitan dengan laporan dugaan perselingkuhan yang dilaporkan oleh suami HS sendiri. Proses demi proses, hari demi hari, pihak inspektorat berfikir keras untuk menentukan sanksi yang pas untuk SIN.
Hingga hari-H nya tiba, muncul penegasan yang mengarah kepada SIN untuk menonaktifkan dirinya dari jabatannya sebagai Lurah. Kabar menyakitkan itu dibenarkan sendiri oleh pimpinan SIN dalam hal ini Camat Way Halim. Tidak hanya dibenarkan dengan ucapan, bahkan kabar tersebut juga dibenarkan oleh surat yang tercatat sejak berlakunya tanggal 18 Agustus 2026 hingga selesainya proses pemeriksaan dugaan asmara tersebut selesai di inspektorat.
Penegasan matang yang telah diambil oleh pemerintah daerah tersebut bertujuan agar dapat mempermudah proses pemeriksaan yang sedang dilaksanakan oleh pihak inspektorat. Sampai dengan saat ini, komando Lurah itu sendiri diambil alih oleh sang Camat Way Halim bernama Darwono.