”
Ia menambahkan, PKG Way Kambas juga memiliki sedikitnya dua dokter hewan yang bersiaga untuk mendukung penanganan dan pemantauan kondisi gajah. Ahmad berharap proses pendampingan tersebut dapat mempercepat kesiapan gajah-gajah di Way Kambas untuk menjalani pola pengelolaan yang memungkinkan mereka hidup dan bergerak lebih bebas.
“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan gajah-gajah kita sudah siap untuk hidup bebas seperti yang kita bayangkan,” kata dia.
Di samping itu, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto menyambut positif kolaborasi internasional yang dihadirkan oleh tim ENP.
Kedatangan tim Elephant Nature Park dari Thailand menurutnya, menjadi momentum yang sangat baik untuk mentransfer ilmu dan pengalaman nyata dalam merawat gajah dengan standar kesejahteraan satwa modern.
“Pendampingan dari tim ENP ini sangat krusial agar para mahout di Way Kambas semakin terlatih dan terbiasa menangani perilaku satwa secara humanis tanpa paksaan fisik. Selain itu, pelatihan dari tim ENP juga memberikan pemahaman baru bagi para perawat gajah kita, sehingga proses melepaskan gajah dari belenggu rantai dan gancu dapat berjalan aman serta terukur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sriyanto menegaskan bahwa peralihan metode perawatan tersebut wajib diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang di area PKG. Saat ini, katanya, pembangunan fisik terus dipacu guna menghadirkan lingkungan yang representatif bagi satwa maupun petugas.
“Karena itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas di PKG Way Kambas saat ini tengah kami dorong serta percepat, mulai dari penyiapan paddock terbuka yang aman, fasilitas pakan bernutrisi, hingga area perawatan medis yang memadai,” terangnya.
“Saya pastikan dan kami kawal bahwa seluruh kegiatan pembenahan sarana ini benar-benar menjamin keselamatan satwa maupun petugas yang mendampinginya,” tutup dia.











