Kasihan Agus, Kursi Menteri Diduduki Teman Sendiri Saat Berada di Luar Negeri

Dalam politik, seseorang bisa berangkat sebagai menteri dan kembali sebagai mantan menteri. Pesawatnya mungkin mendarat dengan selamat, tetapi kedudukannya tidak ikut pulang bersamanya. Nasibmu Gus..gus.

Nama Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar, ikut menjadi sorotan. Pergantian ini berkaitan dengan konsolidasi kekuatan internal partai, termasuk perebutan pengaruh di Jawa Barat. Namun, belum ada bukti terverifikasi, Bahlil mengatur pencopotan Agus. Bahlil menyatakan pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Sarmuji pun mengaku baru memperoleh kepastian penunjukannya pada pagi hari sebelum pelantikan.

So, apakah ini pertarungan faksi Golkar? Masih perlu bukti. Apakah Agus diberi tahu sebelum pelantikan? Pertanyaan itu juga membutuhkan jawaban jelas. Yang pasti, pergantian berlangsung ketika Agus sedang menjalankan agenda resmi di Milwaukee.

Kasihan Agus. Berangkat ke Amerika membawa nama Indonesia, pulang membawa kenyataan politik yang berbeda. Kursi yang ditinggalkannya? Kini menjadi tanggung jawab teman sendiri.

Di Milwaukee, Agus menjalankan tugas negara. Di Jakarta, kursinya menemukan tuan baru. Begitulah politik, wak. Kadang-kadang, yang paling menyakitkan bukan kehilangan kursi, melainkan mengetahui, penggantinya adalah kawan sendiri.

“Semoga saja, Pak Agus ikhlas, Bang.”

“Aamin, wak. Semoga ikhlas se-ikhlasnya dunia akhirat.”

Penulis: Rosadi Jamani

Sumber: FB @Rosadi Jamani