FAKTANASIONAL.NET – Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menolak permintaan untuk menyampaikan maaf kepada Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakilnya Muhammad Najib Hamas.
Imbauan permintaan maaf diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Zaldi Dhuhana, saat aksi Jilid II peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Senin, 12 Oktober 2026.
Alasan Pemkab Serang, karena pada aksi pertama, mahasiswa yang tergabung dalam Hamas menyoret lantai Pendopo Bupati Serang dengan lumpur.
“Jadi intinya saya dapat pesan dari pak wakil bupati, teman-teman himpunan mahasiswa serang diminta untuk minta maaf dulu. Selama teman-teman belum menyampaikan maaf maka ibu bupati dan wakil bupati tidak akan menemui teman-teman,” ujarnya.
Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Hamas. Sebaliknya, mereka menilai justru Pemkab Serang yang harusnya meminta maaf karena gagal dalam mengurus daerah.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Hamas, Bonsu, menyatakan sikap bahwa pihaknya tidak akan meminta maaf. Menurutnya, aksi menyoret lantai dengan lumpur merupakan simbol protes.
“Mencoret lantai dengan lumpur merupakan simbol karena Pemkab Serang tidak mengatasi persoalan tambang dan truk tambang di Bojonegara-Puloampel,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (13/10/2026).
Langkah tersebut dinilai menggambarkan Pemkab Serang yang anti kritik dan tidak aspiratif terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa khususnya mahasiswa primordial.
“Kami menilai Pemkab Serang sangat anti kritik, harusnya mereka yang meminta maaf kepada kita karena telah melakukan pengeroyokan, harusnya mereka yang meminta maaf kepada masyarakat karena gagal mengurus daerah,” katanya.
