Catatan Prestasi Membanggakan Prabowo dalam Dua Tahun Pemerintahan

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan menjelang usia dua tahun pengabdiannya, yang ditandai dengan penguatan swasembada delapan komoditas pangan, penurunan angka kemiskinan, serta perluasan akses kesehatan dan pendidikan.

Capaian ini mencerminkan upaya negara dalam menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, memutus rantai kemiskinan, serta mengurangi hambatan biaya untuk memperoleh layanan dasar agar kesejahteraan semakin merata.

Capaian pemerintahan ini menonjol pada sektor kesejahteraan dan makroekonomi. Tingkat kemiskinan turun dari 8,47 persen pada Maret 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin berkurang 920.000 jiwa menjadi 22,93 juta orang.

Penurunan ini berarti semakin sedikit penduduk yang pengeluarannya berada di bawah garis pemenuhan kebutuhan dasar menurut ukuran Badan Pusat Statistik, sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kondisi tersebut diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di atas 5 persen, yakni 5,61 persen secara tahunan pada triwulan pertama dan 5,29 persen pada triwulan kedua 2026.

Pada sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,68 persen pada Februari menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 522.000 orang menjadi 148,19 juta orang dalam periode tersebut.

Bertambahnya penduduk bekerja memperluas kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Ketahanan pangan nasional turut menguat melalui pencapaian swasembada delapan komoditas strategis pada 2026 yang dilaporkan pemerintah, meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

BPS mencatat produksi beras pada 2025 meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024 menjadi 34,69 juta ton.

Peningkatan produksi domestik memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan menghadapi gangguan pasokan global, sekaligus memperbesar ruang pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen dan harga pembelian yang menguntungkan petani.

Intervensi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 106,3 juta jiwa hingga 13 Oktober 2026.

Akses deteksi dini tanpa biaya membuka kesempatan masyarakat mengenali gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, pemeriksaan yang diikuti penanganan tepat dapat membantu mengurangi risiko beban pengobatan yang lebih besar.

Program Makan Bergizi Gratis dilaporkan telah menjangkau 57 juta penerima melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi per 30 September 2026.