Penyediaan makanan tanpa biaya membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima.
Besarnya jangkauan pelayanan menjadikan keamanan makanan, mutu gizi, dan konsistensi distribusi sebagai penentu manfaat program bagi masyarakat.
Pembenahan juga dilaksanakan pada sektor pendidikan. Pemerintah melaporkan penyelesaian revitalisasi 16.167 sekolah sepanjang 2025, sementara Kemendikdasmen mencatat 4.374 sekolah telah merampungkan pembangunan dalam program 2026 hingga Oktober.
Perbaikan ruang belajar tersebut mendukung keselamatan dan kenyamanan siswa serta membantu guru menjalankan pembelajaran dengan lebih baik.
Pemerintah juga menghadirkan Sekolah Rakyat yang menanggung kebutuhan pendidikan dan asrama bagi sekitar 44.000 siswa di 182 sekolah, berdasarkan keterangan Menteri Sosial pada 7 Oktober 2026.
Dukungan ini mengurangi hambatan ekonomi bagi anak-anak yang putus sekolah, belum pernah bersekolah, atau berisiko kehilangan kesempatan belajar.
Kesejahteraan pendidik turut diperkuat melalui kenaikan tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru non-ASN yang memenuhi persyaratan, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan sejak 2025, dengan penyaluran setiap bulan mulai 2026.
Pemerataan pembangunan terus diperluas hingga tingkat desa. Sepanjang 2025, Program Listrik Desa menjangkau 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi.
Kehadiran listrik membuka kesempatan lebih besar untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses komunikasi, dan menggunakan berbagai layanan dasar.
Pada sektor ketahanan energi, implementasi biodiesel B40 sepanjang tahun yang sama dilaporkan menghasilkan penghematan devisa Rp130,21 triliun melalui substitusi impor bahan bakar, sehingga mengurangi kebutuhan devisa untuk pembelian dari luar negeri.
Di tingkat desa, penguatan kelembagaan ekonomi dilakukan melalui 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilaporkan telah beroperasi hingga 15 Oktober 2026.
Kehadiran koperasi menyediakan wadah untuk memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat dan pemasaran hasil produksi desa. Manfaatnya akan semakin besar apabila operasional koperasi mampu memperkuat posisi tawar anggota dan memberikan layanan yang menguntungkan warga.
Seluruh capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintahan Prabowo untuk memperluas kesejahteraan masyarakat. Tanggung jawab berikutnya adalah memastikan peningkatan produksi pangan terasa pada keterjangkauan harga, pertumbuhan ekonomi menghasilkan pendapatan yang layak, serta perluasan layanan pendidikan dan kesehatan memberikan manfaat yang bertahan dalam kehidupan sehari-hari rakyat.
Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB.










