FAKTANASIONAL.NET – Putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali digelar di Jenewa, Swiss, setelah pertemuan awal berlangsung di Oman dua pekan lalu. Agenda yang semula direncanakan bulan depan tersebut dijadwalkan berlangsung besok, 17 Februari 2026..
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah tiba di Jenewa untuk memimpin delegasi Teheran. Ia didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Majid Ravanchi.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat tetap diwakili oleh Utusan Khusus Steve Witkoff serta penasihat senior sekaligus menantu mantan Presiden AS, Jared Kushner.
Begaimana kemungkinan hasil dari negosiasi ini? Berikut analisa dari Pengamat Goepolitik Internasional, Tengku Zulkifli Usman yang dikutip redaksi dari akun facebooknya, Senin (16/2/2026).
Tengku Zulkifli mengungkapkan bahwa agenda perundingan sejatinya masih berkutat pada isu yang sama seperti pada pertemuan sebelumnya. Washington tetap membawa daftar tuntutan yang cukup berat bagi Teheran, yakni Iran harus:
1. Meninggalkan Program Nuklir.
2. Membatasi Jangkauan Rudal Balistik.
3. Menurunkan pengayaan uranium sampai 20% minimal, bahkan zero enrichment.
4. Meninggalkan Proxi mereka di kawasan, seperti HZB Lebanon, HMS Palestina, HTH Yaman, Kataib HZB Irak dll.
5. Mengizinkan inspeksi situs nuklir Iran di beberapa lokasi yang dicurigai barat.
Sedangkan Iran ke Jenewa dengan agenda yang juga jelas:
1. Menolak meninggalkan Program Nuklir.
2. Menolak zero enrichment, menerima menurunkan angka pengayaan uranium asalkan AS mencabut sanksi dan berhenti membekukan dana Iran diluar negeri.
3. Menolak segala pembahasan soal pembatasan rudal Balistik.
4. Menolak meninggalkan Proxi Iran di seluruh kawasan.
AS ke Jenewa dengan tetap membawa agenda Netanyahu, proposal Netanyahu dan Israel dan tetap ingin melucuti Nuklir Iran.











