Gejolak Timur Tengah: Garda Revolusi Iran Hancurkan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Manuver Kilat 48 Jam Menlu Iran: Putin Siap Pasang Badan, AS Terjepit di Selat Hormuz!/(pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Situasi di Timur Tengah kian mencekam setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Aksi ini diklaim sebagai respons atas serangan militer AS di wilayah Iran selama dua hari berturut-turut.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP, Minggu (28/6/2026), IRGC mengklaim telah melumpuhkan delapan fasilitas krusial, termasuk Pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan pangkalan Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman, Bahrain.

IRGC menegaskan bahwa setiap agresi musuh akan dibalas dengan tindakan yang lebih menghancurkan.

Ketegangan ini terjadi di tengah rapuhnya nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada pertengahan Juni lalu, di mana kedua pihak sempat berjanji untuk menahan diri dari penggunaan kekerasan.

Namun, AS berdalih serangan mereka ditujukan untuk mengamankan jalur pelayaran setelah insiden penyerangan kapal tanker Kiku oleh drone Iran.

Sebagai respons, militer AS telah membombardir 10 target strategis di sekitar Selat Hormuz, mencakup sistem komunikasi dan pertahanan udara.

Di sisi lain, Iran kini memperketat kontrol atas Selat Hormuz. Mereka mewajibkan kapal komersial melewati koridor khusus di sepanjang pantai Iran dan mengancam akan menindak tegas pihak yang melintas tanpa izin.

Langkah ini memicu kekhawatiran global akan stabilitas jalur energi internasional, mengingat Oman bahkan telah mengumumkan rute pelayaran alternatif untuk menghindari risiko konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.[dit]