FAKTANASIONAL.NET -Lebih dari 400 santri dan santriwati Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga keracunan setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Keracunan MBG Diduga Terjadi Kembali, Ratusan Santri Sidoarjo Dirawat
Puluhan ambulans mondar-mandir melarikan mereka ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sidoarjo.
Gejala yang dialami para santri antara lain mual, muntah, pusing, lemas, sakit perut. Para korban dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, mengatakan para santri menyantap makanan yang berasal dari program MBG setelah melaksanakan shalat Zuhur, Selasa (1/9/2026).
“Para santri yang mengalami keracunan ini merupakan pelajar MTs dan MA. Mereka menyantap makanan dari program MBG setelah shalat Zuhur,” kata Abdul Wahid.
Perombakan Besar MBG Dimulai, 7 SPPG Dicoret dan 6 Juta Penerima Dikurangi
Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan. Kondisi itu kemudian ditindaklanjuti dengan membawa para santri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan.
Ada delapan rumah sakit dan klinik menjadi lokasi rujukan para korban. Yakni, RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Bhayangkara Pusdik Porong, Klinik Azka, dan RS Anwar Medika.
Di RSUD Notopuro jumlah pasien terbanyak. Hingga Selasa (1/9/2026) pukul 22.00 WIB, tercatat 271 santri menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, sebanyak 58 santri dirawat di RS Siti Hajar dan 30 santri lainnya mendapatkan perawatan di RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.











