KRISIS selalu menghadirkan ironi. Di satu sisi, ia adalah momen ketika masyarakat berharap negara hadir dengan cepat, tegas, dan penuh empati. Di sisi lain, sejarah menunjukkan bahwa masa-masa penuh guncangan…
Company Culture: Ketika Kata “Keluarga” Menjadi Topeng Eksploitasi
PERUSAHAAN modern gemar berbicara tentang people first. Mereka memasang slogan besar di dinding kantor: integrity, respect, teamwork, excellence. Presentasi rekrutmen dipenuhi foto karyawan yang tersenyum, ruang kerja yang estetik, dan…
Entah Dia Terlalu Dingin, Atau Aku yang Terlalu Ingin
HARI Minggu selalu punya cara yang aneh untuk membuat hati berbicara lebih jujur. Di tengah kesunyian, aku mulai bertanya-tanya. Entah dia memang terlalu dingin, atau sebenarnya aku yang terlalu ingin….
Raja Timur
LEGITIMASI seorang pemimpin semestinya lahir dari kepercayaan publik, bukan dari bertumpuknya gelar kehormatan. Sebab sejarah tidak pernah mencatat seorang negarawan menjadi besar karena banyaknya gelar adat yang disandang, melainkan karena…
MBG: Bergizi Tapi Kenapa Banyak Dugaan Keracunan?
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus membangun sumber daya manusia unggul. Dirangkum redaksi sepanjang Juli 2026, program…
Sanggupkah Pengkritik Dikritik?
PERADABAN manusia dibangun bukan oleh orang-orang yang selalu sepakat, melainkan oleh mereka yang berani mempertanyakan. Kritik adalah denyut nadi kehidupan intelektual. Ia menjadi alat untuk mengoreksi kekuasaan, menguji kebenaran, dan…
Nyaring Soal Keadilan ke Luar, tetapi Sunyi di Dalam Rumah Sendiri
TIDAK ada yang salah dengan menyerukan keadilan. Justru, keadilan adalah nilai yang harus terus diperjuangkan agar setiap orang memperoleh haknya secara setara. Namun, seruan itu kehilangan makna ketika hanya ditujukan…
Menyelami Penderitaan
DALAM Dunia yang sibuk menghitung kemenangan, hanya sedikit manusia yang berani menghitung luka. Orang-orang memamerkan mahkota, tetapi menyembunyikan duri yang pernah menembus kepalanya. Mereka memuji senyuman, tetapi menutupi air mata…
Ketika Kekuasaan Mulai Memelihara Sentimen
TIDAK ada jabatan yang lebih berbahaya daripada jabatan yang membuat seseorang berhenti mendengar. Sebab sejak saat itu, kekuasaan tidak lagi menjadi amanah, melainkan cermin yang memantulkan bayangan dirinya sendiri. Ia…
Tukar Kepala:Ketika Keadilan Kehilangan Wajahnya
JANGAN bertanya kepada hukum mengapa ia diam. Bertanyalah kepada manusia yang memegang timbangan itu, sebab besi tidak pernah memilih ke mana ia akan condong. Tangan manusialah yang membuatnya berat sebelah…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

