Nyaring Soal Keadilan ke Luar, tetapi Sunyi di Dalam Rumah Sendiri

Nyaring Soal Keadilan ke Luar, tetapi Sunyi di Dalam Rumah Sendiri

TIDAK ada yang salah dengan menyerukan keadilan. Justru, keadilan adalah nilai yang harus terus diperjuangkan agar setiap orang memperoleh haknya secara setara.

Namun, seruan itu kehilangan makna ketika hanya ditujukan kepada orang lain, sementara di dalam “rumah” sendiri, keadilan justru diabaikan.

Rumah, dalam pengertian yang lebih luas, dapat dimaknai sebagai keluarga, organisasi, lembaga, maupun institusi. Di sanalah integritas pertama kali diuji.

Sangat mudah mengkritik ketidakadilan di luar sana, menyoroti kesalahan pihak lain, atau menuntut transparansi dari orang lain.

Akan tetapi, jauh lebih sulit bersikap adil terhadap orang-orang yang berada dalam lingkaran sendiri, terutama ketika kepentingan pribadi, kedekatan, atau loyalitas mulai memengaruhi penilaian.

Keadilan bukan sekadar pidato, slogan, atau unggahan yang menarik perhatian. Keadilan adalah keberanian untuk menerapkan standar yang sama kepada siapa pun, tanpa memandang jabatan, hubungan, atau keuntungan yang dipertaruhkan.

Ketika ada dua ukuran yang berbeda untuk persoalan yang sama, sesungguhnya yang sedang dipertontonkan bukanlah keadilan, melainkan keberpihakan.