Peningkatan PBB tersebut dapat mengcover penurunan PPh Non Migas dan penurunan pajak perdagangan internasional akibat tekanan harga komoditas CPO beserta turunannya.
“Pada sisi lain kinerja belanja APBN Kalteng per 30 Juni 2024 mencapai Rp13.005 miliar atau tumbuh Rp1.438 miliar yang terdiri dari belanja kementerian negara atau lembaga dan belanja transfer ke daerah (TKD),” katanya belum lama ini.
Ia menjelaskan, realisasi TKD mencapai Rp9.974,7 miliar atau naik 11,9 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan TKD didorong peningkatan DBH yang meningkat.
“Sedangkan untuk Dana Desa sampai akhir Juni 2024 terealisasi Rp729,61 miliar dengan total penyerapan sebesar Rp146,30 miliar. Dari 1.423 desa di Kalteng, ada satu desa, yakni Desa Datai Nirui di Barito Utara yang gagal salur tahap I karena tidak memenuhi dokumen persyaratan. Yakni tidak memiliki peraturan desa tentang RKP Desa dan Perdes APB Desa tahun 2023,” pungkasnya.***
