Bagnaia di posisi ketiga sudah tertinggal 0,7 detik dari Bastianini dan ketinggalan 1,5 detik dari Martin yang cukup nyaman memimpin balapan.
Hanya dalam tiga putaran saja, Bagnaia bahkan sudah tertinggal 1,7 detik dari Bastianini. Pecco tampaknya mengalami kendala dengan grip ban belakang.
Beruntung bagi Bagnaia, tekanan berkurang setelah Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) yang berada di belakangnya harus terjatuh di Tikungan 15.
Namun, Bagnaia akan mendapatkan ancaman dari Marquez yang naik ke posisi empat dengan hanya tertinggal 1,3 detik saja.
Tersisa 16 lap, Bagnaia tampaknya hanya bisa mengamankan tempat ketiga setelah makin tertinggal dari Bastianini dengan gap 2,9 detik.
Namun, kebangkitan ditunjukkannya setelah menemukan kembali kecepatannya.
Saat Martin dan Bastianini melaju dengan pace 1 menit 31 detik, Bagnaia dua kali mencatatkan waktu 1 menit 30 detik sebagai rekor yang baru.
Selisih waktu yang tadinya hampir tiga detik dapat dipangkas sang juara bertahan menjadi di bawah dua detik.
Sayangnya, Bagnaia tampaknya terlalu memaksakan diri. Di sisa tujuh lap Bagnaia mengalami selip ban depan hingga terjatuh saat sedang berusaha keras untuk kembali ke persaingan depan.
Kejadian tersebut membuat Marquez mendapatkan tempat ketiga secara cuma-cuma.
Kembali ke posisi paling depan, pertarungan semakin sengit antara Bastianini dan Martin dalam dua lap terakhir.
Bastianini secara gila-gilaan melakukan manuver yang cukup agresif hingga mendorong Martin keluar dari trek.
Martin yang melebar jauh langsung tertinggal 2 detik dari Bastianini. Dia geleng-geleng kepala tanda tidak terima.
Akan tetapi, tidak ada hukuman bagi Bastianini hingga balapan berakhir.[zul]











