Next Policy Nilai Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional Telah Salah Arah

Komparasi besaran subsidi tiket moda transportasi umum di Jabodetabek 2023/Noxt Policy.

Alih-alih mengutak-atik subsidi KRL Jabodetabek, pemerintah seharusnya berfokus mengukuhkan KRL Jabodetabek sebagai moda transportasi utama wilayah aglomerasi Jakarta, dengan memperpanjang rute ke daerah sekitar Jabodetabek yang telah semakin terintegrasi dengan Jabodetabek seperti Karawang dan Cianjur.

“Begitupula KRL Yogyakarta-Solo seharusnya terhubung ke daerah sekitar seperti Purwokerto dan Madiun. Selayaknya pemerintah juga bergegas mendorong pengembangan KRL di Kawasan aglomerasi lainnya seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar,” ucap Yusuf.

Inisiatif terbaik dan paling progresif dalam pengembangan transportasi massal metropolitan di Indonesia adalah sistem transportasi massal berbasis bus (bus rapid transit – BRT) oleh Pemprov DKI Jakarta, yang umum dikenal sebagai Trans Jakarta. Bermula dari rute sepanjang 12,9 Km pada 2004, Trans Jakarta kini telah memiliki rute sepanjang 244 Km yang menjadikannya sebagai sistem BRT terpanjang di dunia.

“Dengan rute sepanjang itu, layanan Trans Jakarta saat ini telah mencakup 82,3 persen dari luas wilayah Jakarta sehingga jarak penumpang menuju ke titik layanan Trans Jakarta (first – last mile) hanya sekitar 500 meter. Ke depan, Trans Jakarta direncanakan akan mengembangkan rute baru ke 117 kawasan perumahan di Bodetabek,” beber Yusuf.

Yusuf merinci, kapasitas Trans Jakarta meningkat drastis dari 282 ribu penumpang per hari pada 2015 menjadi 723 ribu penumpang per hari pada 2019. Pasca pandemi, kapasitas Trans Jakarta pada 2023 telah pulih mencapai 781 ribu penumpang per hari.

“Seiring status sebagai transportasi massal yang semakin diandalkan masyarakat, komitmen subsidi dari Pemprov DKI Jakarta untuk PT Trans Jakarta terus meningkat, dari Rp 663 miliar pada 2015 menjadi Rp 3,57 triliun pada 2023,” papar Yusuf.

Rerata subsidi per penumpang Trans Jakarta berada di kisaran Rp 8.700,- pada 2015-2019, melonjak di masa pandemi menjadi Rp 20.200,- pada 2020-2022, dan kini telah turun di kisaran Rp 12.500,- pada 2023.

“Dengan kemajuan pesat dan dukungan kuat dari Pemprov DKI Jakarta, Trans Jakarta telah membuktikan diri sebagai tulang punggung transportasi massal yang tidak hanya efisien dan handal, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” tutup Yusuf.[zul]

Exit mobile version