Terdapat sejumlah subtema dalam seminar dan forum bisnis, yaitu “Fair Trade and Global Supply Chain”, “Carbon Market”, “European Union Deforestation Regulations”, dan “Sustainable Electric Vehicle”.
Subtema-subtema tersebut bertujuan untuk mempromosikan praktik bisnis berkelanjutan Indonesia di kawasan ASEAN, memamerkan produk dan solusi berkelanjutan dari Indonesia, mendorong investasi dalam usaha yang berfokus pada aspek keberlanjutan, serta meningkatkan pemahaman dan implementasi praktik berkelanjutan dalam perdagangan dan bisnis.
Program unggulan ketiga, yaitu business counselling yang akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2024, atau hari ke-3 TEI 2024. Business counselling akan dilaksanakan pada pukul 08.30–15.30 WIB.
Business counselling bertujuan untuk membantu peserta TEI, khususnya para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), untuk berkonsultasi langsung dengan para perwadag.
Para peserta akan mendapat wawasan, pengetahuan, informasi, dan pemahaman tentang peluang dan solusi permasalahan ekspor yang dihadapi sehingga dapat menjadi bekal berbisnis untuk akses dan penetrasi ke pasar luar negeri.
Menurut Mardyana, business counselling berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi kepada para peserta TEI mengenai isu-isu perdagangan, adaptasi produk, informasi terkait buyers, serta regulasi impor di negara akreditasi.
Kelas konsultasi dibagi menjadi lima wilayah, yaitu pasar wilayah ASEAN dan Asia (non-ASEAN); pasar wilayah Asia Timur dan Australia; pasar wilayah Amerika Utara dan Amerika Latin; pasar wilayah Eropa; serta pasar wilayah Timur Tengah Afrika, dan Eropa Timur.
Para narasumber yang akan hadir pada business counselling, yaitu Perwadag RI dari 32 negara akreditasi, beserta Pejabat Fungsi Ekonomi perwakilan RI di luar negeri seperti Pakistan, Uzbekistan, Maroko, dan Kolombia.
Program unggulan keempat, yaitu business matching yang akan mempertemukan para peserta TEI 2024 dengan para pembeli (buyers) luar negeri selama pameran berlangsung. Melalui business matching, akan tercipta kontak dagang, kontrak dagang, dan jejaring pemasaran ke mancanegara.
Hingga akhir September 2024, berdasarkan rekapitulasi dari aplikasi pendaftaran business matching yang dilakukan para perwakilan Indonesia di luar negeri, tercatat sebanyak 155 permintaan dari 117 calon buyers yang berasal dari 14 negara yaitu Polandia, Pakistan, Filipina, Mesir, Taiwan, Afrika Selatan, Serbia, Korea, India, Jepang, Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, dan Sudan.











