Mantan Menko PMK itu mengatakan, serangan siber muncul sebagai ancaman baru terhadap pertahanan Indonesia dari aspek militer dan nirmiliter. Untuk itu, kata Puan, pembangunan pertahanan siber merupakan agenda yang penting.
“TNI harus memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman kedaulatan, termasuk dari seragan siber. Maka penting untuk memastikan agar pembangunan postur pertahanan militer dengan pemilihan alutsista yang canggih dan sesuai dengan kebutuhan,” papar Puan.
“Tentunya, alat yang canggih tak akan optimal tanpa dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang andal. Maka TNI berkewajiban memiliki personel yang cekatan dan menguasai teknologi pertahanan,” imbuhnya.
Puan menjelaskan strategi geopolitik, dukungan SDM, sarana dan prasarana alutsista yang mumpuni harus terwujud di tubuh TNI demi mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara. Dan yang tak kalah pentingnya adalah untuk melindungi rakyat Indonesia dari segala macam ancaman pertahanan negara.
“Menjadi TNI yang modern dengan tidak melupakan akarnya sebagai Tentara Rakyat akan membuat TNI makin kokoh dalam melaksanakan tugas pokoknya yakni menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia tercinta,” ucap Puan.
Dengan dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, Puan menyebut tugas TNI akan semakin berat.
“Tapi sebagai alat pertahanan negara yang lahir dari rahim rakyat, saya yakin para prajurit TNI siap dengan segala tantangan yang ada,” turut cucu Bung Karno tersebut.
Dalam peringatan HUT ke-79 TNI, Puan pun mendorong adanya peningkatan kesejahteraan bagi prajurit TNI.
“Tugas yang diemban prajurit pertahanan negara kita tidaklah mudah. Jasa mereka dalam menjaga negara dan rakyat harus diapresiasi sebaik-baiknya,” sebut Puan.
“Dirgahayu TNI yang ke-79. Saya percaya, TNI ke depan akan semakin hebat dalam menjaga rakyat dan kedaulatan NKRI. Jaya selalu di darat, laut, dan udara, serta dunia siber,” sambungnya. [dnl]











