Tewasnya Saksi Pilbup Sampang Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Penegakan Hukum Tegas

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil

Nasir menilai, insiden berdarah ini dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem politik. Ia mengingatkan semua pihak, termasuk pasangan calon dan pendukungnya, untuk menjaga sikap agar pelaksanaan Pilkada berjalan lancar.

“Ketidakpuasan akibat persaingan politik harus diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan. Pilkada seharusnya menjadi pesta rakyat yang menggembirakan, bukan malah menciptakan ketakutan,” tambah Nasir.

Ia juga meminta komitmen aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan kepada saksi dan masyarakat, guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Nasir menegaskan pentingnya penyelidikan yang transparan dan bebas dari intervensi politik demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

“Jika ada anggapan bahwa kasus ini ditutupi atau dibiarkan demi kepentingan politik tertentu, itu akan menjadi pelanggaran keadilan yang serius,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan dan masih memburu pelaku lainnya. Pilbup Sampang sendiri akan dilaksanakan pada 27 November 2024 di 1.344 TPS yang tersebar di 14 kecamatan.

Nasir berharap kasus ini menjadi momentum introspeksi untuk membangun budaya politik yang sehat di Indonesia. Ia mengimbau agar semua pihak menjaga etika dan integritas dalam kontestasi Pilkada serentak.

“Kita harus budayakan politik yang santun dan beradab, bukan politik anarkis yang mencederai nilai-nilai demokrasi,” pungkasnya. [dnl]