“Para pelaku UKM yang tertarik untuk mengekspor produk mereka ke Kanada dapat mempelajari jenis produk dan komoditas yang dibutuhkan oleh negara tersebut melalui platform InaExport,” ungkap Wamendag Roro.
Tidak hanya itu, lanjut politisi dari Partai Golkar ini, Kementerian Perdagangan telah bekerja sama dengan TFO Kanada selama beberapa tahun ini. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mempromosikan sektor makanan dan jasa kreatif Indonesia agar mendapatkan akses ke pasar Kanada melalui Women in Trade for Inclusive and Sustainable Growth (WITISG).
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Kanada merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia dengan menempati peringkat ke-28 sebagai negara tujuan ekspor. Dalam hal investasi, Kanada menduduki peringkat ke-12 sebagai mitra investasi bagi Indonesia.
Sementara itu, nilai perdagangan Indonesia-Kanada pada 2023 tercatat sebesar USD 3,44 miliar. Hal ini mencerminkan tren pertumbuhan sebesar 11,24 persen dalam lima tahun terakhir. Adapun nilai perdagangan Indonesia-Kanada pada Januari–September 2024 mencapai USD 2,65 miliar. Nilai tersebut naik 4,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, lima besar produk ekspor Indonesia ke Kanada meliputi mesin listrik, karet, pakaian jadi dan aksesori, alas kaki, serta kakao. Ekspor Indonesia ke Kanada juga menunjukkan tren positif sebesar 13,99 persen dalam lima tahun terakhir. Di sisi lain, lima produk utama impor Indonesia dari Kanada adalah serealia, pupuk, bubur kayu, biji minyak, mesin boiler, dan peralatan mekanik.[zul]
