DPR Desak Pemerintah Pastikan Impor Sapi Tidak Ganggu Peternak Lokal

Anggota Komisi IV DPR, Rina Saadah

“Ini bukan pertama kali Indonesia melakukan impor sapi. Ketergantungan terhadap pasokan daging dan susu impor masih sangat tinggi hingga saat ini,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis yang berfokus pada penguatan produksi lokal dan pemberdayaan peternak. Menurutnya, penguatan kelembagaan peternak melalui kemitraan dapat membantu peternak skala kecil mengembangkan teknologi dan pengetahuan mereka.

Di sisi lain, Rina juga meminta pemerintah secara aktif meninjau dan mengevaluasi komitmen perusahaan-perusahaan yang berencana mengimpor sapi. Evaluasi ini harus mencakup rencana yang jelas dan realistis untuk mencapai target impor.

“Pemerintah juga harus menerapkan regulasi ketat terhadap impor sapi, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan guna mencegah masuknya penyakit yang dapat merugikan peternakan lokal,” pungkasnya.

Indonesia berencana mengimpor 2 juta ekor sapi secara bertahap antara 2025 hingga 2029. Rencana ini mencakup impor 1 juta sapi perah dan 1 juta sapi pedaging untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging, sekaligus mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).Pada tahun 2025, target awal adalah mengimpor 200.000 ekor sapi perah dan 200.000 ekor sapi pedaging.[dnl]

Exit mobile version