Proses pembongkaran ditargetkan selesai dalam beberapa hari dengan rata-rata pencabutan sepanjang dua kilometer per hari. “Kami akan berupaya secepat mungkin agar masyarakat dapat segera kembali melaut tanpa hambatan. Diharapkan stakeholder terkait juga turut membantu menuntaskan kesulitan nelayan ini,” lanjut Harry.
Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut, yang menekankan pentingnya sinergi antara TNI AL dan masyarakat. “TNI lahir dari rahim rakyat, maka sudah seharusnya TNI AL hadir untuk rakyat, terutama dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Harry.
Pembongkaran pagar laut ini menjadi langkah nyata TNI AL dalam mendukung nelayan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan pelaksanaan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.[dnl]
