Inovasi semacam ini diharapkan mampu menjawab tuntutan pasar yang semakin menuntut kendaraan ramah lingkungan dengan performa maksimal.
Meski saat ini penjualan mobil listrik Xiaomi masih terbatas di pasar domestik China, perusahaan telah membentuk tim khusus untuk mengkaji strategi ekspansi ke luar negeri.
Langkah awal yang direncanakan adalah pengujian pasar di beberapa negara sebagai langkah persiapan sebelum melakukan ekspansi lebih luas.
Strategi serupa telah diterapkan oleh produsen mobil listrik asal China lainnya, seperti BYD, yang berhasil menembus pasar internasional.
Dengan harga yang kompetitif, misalnya SU7 Ultra ditawarkan dengan harga sekitar 529.000 yuan (kurang dari Rp 1,2 miliar), Xiaomi yakin dapat menarik minat pasar global meskipun menghadapi tantangan regulasi dan perbedaan preferensi konsumen di tiap negara.
Dengan inovasi teknologi yang mumpuni dan strategi ekspansi yang matang, Xiaomi siap mengguncang industri otomotif global.
Keberhasilan penetrasi pasar internasional nantinya akan bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan produknya dengan standar dan kebutuhan konsumen di berbagai belahan dunia.[dit]
