Ketegangan Memuncak: Ancaman Perang Nuklir Asia Selatan India dan Pakistan

Ilustrasi/@pixaby

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Pada Selasa lalu, tragedi penembakan massal di lembah Baisaran, Pahalgam, wilayah federal Himalaya Jammu dan Kashmir menewaskan 26 orang dan melukai 17 lainnya. Korban terdiri dari 25 warga India dan satu warga Nepal.

Insiden ini tercatat sebagai serangan terburuk terhadap warga sipil di India sejak tragedi Mumbai 2008. Kelompok militan bernama “Perlawanan Kashmir” mengaku bertanggung jawab melalui pesan media sosial, memantik ketegangan antara dua raksasa nuklir Asia Selatan, India dan Pakistan.

Lembah Baisaran selama ini dikenal sebagai destinasi wisata yang mulai menggeliat setelah penurunan intensitas pemberontakan anti-India.

Namun, pada Selasa pagi, rombongan wisatawan menjadi sasaran penembakan terkoordinasi. Polisi setempat menyatakan senjata-serta amunisi canggih digunakan, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Motivasi kelompok “Perlawanan Kashmir” diduga terkait ketidakpuasan terhadap kehadiran lebih dari 85.000 personel keamanan dan perubahan demografi di wilayah tersebut.

Pemerintah India secara resmi menuding Pakistan berada di balik aksi tersebut, menyebut “Perlawanan Kashmir” sebagai kedok bagi organisasi militan Pakistan seperti Lashkar-e-Taiba dan Hizbul Mujahideen.

Islamabad menolak tuduhan dan menyatakan hanya memberikan dukungan moral, politik, serta diplomatik bagi aspirasi rakyat Kashmir.

Exit mobile version