Kenaikan Rasio NPF Multifinance

Kenaikan Rasio NPF Multifinance/(ilustrasi/@pixabay)

Lebih jauh, Jody mengingatkan bahwa masalah NPF tidak hanya terbatas pada segmen menengah ke bawah. Jika kondisi ekonomi tidak segera membaik, masalah kredit macet bisa merambah ke kelas atas.

Di sisi lain, Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menambahkan, tren PHK yang meningkat turut memberi tekanan.

Data indeks keyakinan konsumen yang menurun menunjukkan konsumen saat ini cenderung menahan pembayaran pembiayaan. “Banyaknya PHK menyebabkan pendapatan menurun, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kredit bermasalah,” jelas Huda.

Menurut Kepala Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman, per Februari 2025 pertumbuhan pembiayaan multifinance tetap positif di 5,92% yoy menjadi Rp 507,2 triliun, meski risiko NPF terus bergulir.

Situasi ini menuntut perusahaan multifinance dan regulator semakin proaktif menyiapkan mitigasi, mulai restrukturisasi kredit hingga edukasi literasi keuangan bagi konsumen.[dit]

Exit mobile version