Hasil kajian ini nantinya akan menjadi pedoman perbaikan sebelum implementasi masif. Keahlian pihak independen juga berperan dalam menghadapi tantangan teknis dan kepatuhan hukum lintas negara.
Dengan tambahan anggaran Rp 23,32 triliun, total anggaran Kementerian PU kini mencapai Rp 73,76 triliun. Dana ini diprioritaskan untuk penyelesaian penataan internal dan masuknya MLFF dalam program prioritas.
Dody menegaskan, “Insyaallah bisa segera berjalan. Saya bukan tipe yang suka pending pekerjaan.” Rencana implementasi diharapkan dimulai tahun ini, menjawab kebutuhan efisiensi transaksi di jalan tol nasional.
Sistem MLFF menggantikan gerbang fisik dengan teknologi digital berbasis GPS atau RFID. Manfaat utamanya adalah mengurangi kemacetan dan mempercepat arus kendaraan tanpa henti berhenti.
Dengan pengawasan konsultan independen, pemerintah optimistis MLFF dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai standar internasional.[dit]











