Dampak Swasembada Pangan Turunkan Penerimaan Bea Masuk Jadi Rp 15,4 Triliun hingga April 2025

Swasembada Pangan/(Instagram)

Digitalisasi rantai pasok untuk mengurangi biaya stok.

Insentif bagi Petani

Subsidi alat mesin pertanian dan asuransi tanaman.

Skema agregasi bantuan input produksi.

Peningkatan Stok dan Produksi Pangan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa stok cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog per 24 Mei 2025 telah mencapai 3,9 juta ton.

Angka ini menjadi bukti ketahanan pangan makin kokoh, terutama di tengah krisis pangan global.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari–Juni 2025 diperkirakan 18,76 juta ton (naik 11,17 %), sementara produksi jagung pipilan tembus 10,91 juta ton (naik 12,88 %).

Tak hanya itu, pendapatan negara dari bea keluar juga ikut terdongkrak. Hingga April 2025, penerimaan bea keluar melonjak 95,9 % menjadi Rp 11,3 triliun—dipicu lonjakan harga ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Keberhasilan ini menyiratkan bahwa sektor pertanian kini berperan ganda: menjamin ketahanan pangan dan memperkuat stabilitas fiskal.[dit]