RELIGI, FAKTANASIONAL.NET – Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Bertepatan dengan hari wukuf jamaah haji di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, puasa sunnah ini menawarkan banyak keutamaan, mulai dari diampuninya dosa setahun yang lalu hingga setahun yang akan datang, hingga dipanjangkannya kesempatan doa untuk dikabulkan. Dari hadis Rasulullah ﷺ disebutkan:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Selain menyucikan diri secara ruhani, puasa Arafah juga mengenalkan kita pada makna pengorbanan dan ketulusan hati, sebagaimana para jamaah haji yang rela berdiri seharian penuh di tengah teriknya matahari untuk berwukuf.
Melalui puasa Arafah, meski tidak hadir secara fisik di Padang Arafah, kita tetap dapat merasakan spirit pengorbanan dan kepasrahan di hadapan Allah SWT.
Alasan utama dianjurkannya puasa Arafah adalah untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis, pahala puasa ini melebihi pahala puasa sunnah lainnya, karena disambung dengan momentum wukuf haji yang menjadikannya momen paling mustajab untuk memohon ampunan.
