Harga Minyak Mentah Brent dan WTI Menghijau Tipis Menjelang Pembicaraan Perdagangan AS-China

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

Capital Economics menilai kebijakan ini dapat menekan harga dalam jangka panjang.

Namun, permintaan yang meningkat dari China—pasar minyak terbesar dunia—kemungkinan menahan jatuhnya harga. Perkiraan HSBC menempatkan Brent pada US$ 65 per barel mulai kuartal IV 2025, mencerminkan keseimbangan antara suplai kelebihan dan permintaan yang membaik.

Dengan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan OPEC+, serta data ekonomi makro, harga minyak berpotensi bergerak volatil.

Investor disarankan memantau perkembangan negosiasi AS-China dan laporan persediaan minyak mingguan untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.[dit]

Exit mobile version